CASPER CINTA
JOMBLOWATI
Anne
duduk termenung di dekat tempat tidur kamar kostnya. Gak tau kenapa hari ini galau
melandanya. Sambil memengangi pin casper yang tertempel di tas selempangnya, jomblowati
18 tahun ini termenung memikirkan cowok idolanya sejak SMP, Edo. Anne heran
kenapa sampai saat ini ia tak kunjung mendapatkan pangeran pencuri hati
pengganti Edo yang dapat membuat jantungnya berdegub kencang setiap melihatnya
“Helllooooo”
Anne tersentak melihat Chika sudah berada disampingnya cengar-cengir tak karuan.
“Elo mau
kemana???” Anne menatap heran pada Chika yang berpakaian cantik dengan dress
motif bunga. Chika memang cantik alami, bahkan tanpa make up pun dia sudah
terlihat menawan dan siap memancarkan auranya.
“Mau
kencan sama Dion yaa???” timpal Katy yang sudah berdiri membelakangi cahaya
matahari yang masuk dari luar kamar Anne
Chika
tak menjawab pertanyaan teman-temannya. Ia malah sibuk mematut-matut diri di depan
cermin Anne. “ Ne.,,pinjam bros lo ya??” sambil memilih-milih bros Anne didalam
box magic Anne yang penuh berisikan assesoris-assesoris milik Anne yang belum
sempat di kemas untuk dijual besok.
“Eh.,,,,itu
kan.,,,” belum sempat Anne berucap, Chika sudah ngelonyor keluar kamar sambil
berbicara di handphonnya yang sudah jelas itu dari Dion.
“Lho Ne.,,itu
kan bros yang mau loe jual besok???” Katy terbengong sambil melihat kepergian Chika.
“Ya udah
deh biarin aja.,,” jawab Anne pasrah
---
Keesokan
paginya
Anne
keluar kost dengan kotak magic Anne dan tas slempang dengan pin bertuliskan
casper dan gambar kartun hantu casper. Pin itu adalah pin kesayangan Anne
karena pin itu adalah pemberian Edo saat farewell party SMPnya. Anne hendak
menuju ke toko assesoris di samping kampusnya. Disanalah ia menjual semua
bros-bros cantik miliknya sekedar untuk mendapatkan tambahan uang kuliah.
Ternyata
diluar gerbang sudah ada Dion yang dari tadi mantengin hp sambil nunggu
bebebnya, Chika.
“Ne, Chika
mana ??” Dion segera bertanya setelah melihat Anne keluar gerbang
“Mana gue
tau, masih dandan kali dia. Tunggu aja, paling bentar lagi keluar” jawab Anne
sambil sibuk memasukkan slot gerbang kost. Karena kesusahan akhirnya dia
meletakkan dulu kotak magicnya dan kembali mengunci gerbang
“Gue
duluan ya yon” lanjut Anne sambil mengambil kotaknya.
“Okke
sob, gak sama cowoknya ni???” Dion setengah nyindir Anne sambil cengar-cengir
mirip sama pacarnya
“Awas ya
loe yon.,,kalo ada masalah antara loe berdua gue gak mau bantuin loe lagi”
ancam Anne yang kemudian balik badan dan meninggalkan Dion yang udah dihampiri
Chika.
Anne
berjalan sambil termenung “ andai saja aku punya cowok, pasti enak. Diantar
jemput, diajak jalan-jalan. andai saja ada pangeran berkuda putih yang saat ini
menghampiriku. Hufth.,,” desah Anne.
---
Sore
harinya
Cuaca
mendung, awan cumulonimbus bergerak kesana kemari. Seakan hendak menyemburkan
petir, badai dan angin yang luar biasa.
Anne
keluar dari toko menuju ke lampu merah hendak menyeberang jalan. Tiba-tiba saat
lampu hijau menyala hujan seketika mengguyur deras. Anne menyebrang jalan
sambil setengah berlari dan melindungi kepalanya dengan box magicnya.
Tiba-tiba
“ braaaak.,,,” tubuhnya terasa menabrak seseorang, kakinya terpeleset aspal
jalan dan hampir saja terjatuh kalau saja tangan orang tersebut tidak
menahannya. Tapi box magicnya tak bisa terselamatkan dan isinya bertebaran
digenangan air.
Sesaat
mata mereka betatapan. Anne heran seakan pernah melihat mata coklat itu
sebelumnya.
“maaf ,
maaf, maaf.,,gue gak sengaja” cowok yang Anne tabrak malah yang pertama meminta
maaf.
“Eh gak
apa apa.,,maaf gue tadi yang nabrak loe duluan” jawab Anne sambil merapikan
baju dan tasnya
Pandangan
cowok tersebut langsung tertuju pada pin yang berada ditas selempang Anne.
Kemudian membantu Anne merapikan bros-brosnya yang jatuh berserakan tadi
kedalam box magicnya.
“Makasih
ya” lanjut Anne. dalam batinnya ia menjerit tak karuan melihat cowok didepannya
yang tampannya setengah mati. Jantungnya berdegub kencang, tak biasanya seperti
ini. Terakhir ia merasakan hal seperti itu saat farewell party SMP nya dan
sudah pasti karena Edo cowok idamannya itu.
Kemudian
mereka berdiri berdampingan didepan sebuah toko untuk sekedar berteduh. Cowok
tadi masih saja memperhatikan Anne dengan tersenyum penuh arti, kemudian
kembali melirik pin casper di tas selempang Anne. begitu terus sampai akhirnya Anne
tersadar kalau cowok tadi dengan seksama memperhatikannya.
Anne
sekilas melihat tas cowok disampingnya itu yang juga bertempelkan pin casper.Anne
dan cowok itu lama berpandangan. Akhirnya ia mulai tersadar bahwa cowok itu
adalah….
“Edo.,,???”
Edo
tertawa “ ya ampun Ne.,,lemot banget sih lo.,,,iya lah ini gue.,,”
Anne
senang bukan kepalang, serasa ketiban duren disiang bolong ketemu sama cowok
yang ia puja-puja. Suasana di depan toko itupun serasa hangat dengan canda tawa
mereka.
“Ayo
makan dulu yuk, gue traktir” ajak Edo
Tanpa pikir
panjang Anne mengiyakan.
Didalam
restoran ia dan Edo berbicara panjang lebar tentang kuliah mereka, tentang
kabar teman-teman mereka dan sesekali bergosip ria.
“Ne,
ternyata loe masih nyimpen pin gue” Tanya Edo
“Iyalah
Do, secara ini kan dari orang terspesial” Anne keceplosan. Mukanya memerah dan
kemudian mengalihkan pembicaraan. Edo hanya tersenyum.
Setelah
selesai makan, merekapun menunggu bus dihalte depan tempat makan tadi. Mereka
duduk berdiam dengan pikirannya masing-masing.
“Tinggalin
nomer hp dong Do” suara Anne memecahkan kesunyian. Kemudian Edo mendiktekan
nomernya pada Anne.
Tak
sempat meminta nomer Anne, bus yang di tunggu Edo tiba-tiba sudah ada didepan
mereka. Kemudian Edo bergegas menuju pintu bus. Tapi kemudian ia berbalik
menuju Anne
“Ne,
sebenarnya gue uda suka sama loe sejak SMP” sambil sedikit berteriak Edo
menyampaikan isi hatinya. Tapi Anne hanya mendengar sedikit karena suara Edo
terkalahkan suara bus.
“apa do?
Gak jelas ni, berisik”
Edo
tiba-tiba meletakkan tanganya ditelinga Anne dan mengarahkan kepala Anne
padanya. “gue suka sama elo sejak SMP, Ne. pin ini hanya gue kasih ke elo. Tapi
gue belum berani ngakuin perasaan gue”
Anne
terbengong. Jelas sekali dari gerakan bibir Edo kalau baru saja dia mengatakan
suka pada Anne.
“Ne?”
“Gu.,,gu.,,gue.,,juga
suka sama elo Do.,,sejak SMP” jawab Anne. kemudian mereka tertawa senang
Suara
klakson bus menghentakkan mereka berdua yang sedang asyik dengan dunia mereka sendiri.
“Ne, gue
harus pulang dulu ni. Ntar sms aja yaa.,,” kemudian Edo mengecup kening Anne
dan berlari menaiki bus.
Anne
kembali terbengong. Tak menyangka mimpinya selama ini dan kenyataan bahwa Edo
juga suka padanya sejak SMP benar-benar berkecamuk dalam dirinya. Dan senyum
tersimpul jelas diwajah Anne. Kini jomblowati 18 tahun telah menemukan pangerah
impiannya. Rupanya pin casper ini adalah pengikat hati Anne dan Edo selama ini.
---TAMAT---