Sabtu, 31 Agustus 2013


CASPER CINTA JOMBLOWATI

Anne duduk termenung di dekat tempat tidur kamar kostnya. Gak tau kenapa hari ini galau melandanya. Sambil memengangi pin casper yang tertempel di tas selempangnya, jomblowati 18 tahun ini termenung memikirkan cowok idolanya sejak SMP, Edo. Anne heran kenapa sampai saat ini ia tak kunjung mendapatkan pangeran pencuri hati pengganti Edo yang dapat membuat jantungnya berdegub kencang setiap melihatnya
“Helllooooo” Anne tersentak melihat Chika sudah berada disampingnya cengar-cengir tak karuan.
“Elo mau kemana???” Anne menatap heran pada Chika yang berpakaian cantik dengan dress motif bunga. Chika memang cantik alami, bahkan tanpa make up pun dia sudah terlihat menawan dan siap memancarkan auranya.
“Mau kencan sama Dion yaa???” timpal Katy yang sudah berdiri membelakangi cahaya matahari yang masuk dari luar kamar Anne
Chika tak menjawab pertanyaan teman-temannya. Ia malah sibuk mematut-matut diri di depan cermin Anne. “ Ne.,,pinjam bros lo ya??” sambil memilih-milih bros Anne didalam box magic Anne yang penuh berisikan assesoris-assesoris milik Anne yang belum sempat di kemas untuk dijual besok.
          “Eh.,,,,itu kan.,,,” belum sempat Anne berucap, Chika sudah ngelonyor keluar kamar sambil berbicara di handphonnya yang sudah jelas itu dari Dion.
“Lho Ne.,,itu kan bros yang mau loe jual besok???” Katy terbengong sambil melihat kepergian Chika.
“Ya udah deh biarin aja.,,” jawab Anne pasrah
---
Keesokan paginya
Anne keluar kost dengan kotak magic Anne dan tas slempang dengan pin bertuliskan casper dan gambar kartun hantu casper. Pin itu adalah pin kesayangan Anne karena pin itu adalah pemberian Edo saat farewell party SMPnya. Anne hendak menuju ke toko assesoris di samping kampusnya. Disanalah ia menjual semua bros-bros cantik miliknya sekedar untuk mendapatkan tambahan uang kuliah.
Ternyata diluar gerbang sudah ada Dion yang dari tadi mantengin hp sambil nunggu bebebnya, Chika.
“Ne, Chika mana ??” Dion segera bertanya setelah melihat Anne keluar gerbang
“Mana gue tau, masih dandan kali dia. Tunggu aja, paling bentar lagi keluar” jawab Anne sambil sibuk memasukkan slot gerbang kost. Karena kesusahan akhirnya dia meletakkan dulu kotak magicnya dan kembali mengunci gerbang
“Gue duluan ya yon” lanjut Anne sambil mengambil kotaknya.
“Okke sob, gak sama cowoknya ni???” Dion setengah nyindir Anne sambil cengar-cengir mirip sama pacarnya
“Awas ya loe yon.,,kalo ada masalah antara loe berdua gue gak mau bantuin loe lagi” ancam Anne yang kemudian balik badan dan meninggalkan Dion yang udah dihampiri Chika.
Anne berjalan sambil termenung “ andai saja aku punya cowok, pasti enak. Diantar jemput, diajak jalan-jalan. andai saja ada pangeran berkuda putih yang saat ini menghampiriku. Hufth.,,” desah Anne.
---
Sore harinya
Cuaca mendung, awan cumulonimbus bergerak kesana kemari. Seakan hendak menyemburkan petir, badai dan angin yang luar biasa.
Anne keluar dari toko menuju ke lampu merah hendak menyeberang jalan. Tiba-tiba saat lampu hijau menyala hujan seketika mengguyur deras. Anne menyebrang jalan sambil setengah berlari dan melindungi kepalanya dengan box magicnya.
Tiba-tiba “ braaaak.,,,” tubuhnya terasa menabrak seseorang, kakinya terpeleset aspal jalan dan hampir saja terjatuh kalau saja tangan orang tersebut tidak menahannya. Tapi box magicnya tak bisa terselamatkan dan isinya bertebaran digenangan air.
Sesaat mata mereka betatapan. Anne heran seakan pernah melihat mata coklat itu sebelumnya.
“maaf , maaf, maaf.,,gue gak sengaja” cowok yang Anne tabrak malah yang pertama meminta maaf.
“Eh gak apa apa.,,maaf gue tadi yang nabrak loe duluan” jawab Anne sambil merapikan baju dan tasnya
Pandangan cowok tersebut langsung tertuju pada pin yang berada ditas selempang Anne. Kemudian membantu Anne merapikan bros-brosnya yang jatuh berserakan tadi kedalam box magicnya.
“Makasih ya” lanjut Anne. dalam batinnya ia menjerit tak karuan melihat cowok didepannya yang tampannya setengah mati. Jantungnya berdegub kencang, tak biasanya seperti ini. Terakhir ia merasakan hal seperti itu saat farewell party SMP nya dan sudah pasti karena Edo cowok idamannya itu.
Kemudian mereka berdiri berdampingan didepan sebuah toko untuk sekedar berteduh. Cowok tadi masih saja memperhatikan Anne dengan tersenyum penuh arti, kemudian kembali melirik pin casper di tas selempang Anne. begitu terus sampai akhirnya Anne tersadar kalau cowok tadi dengan seksama memperhatikannya.
          Anne sekilas melihat tas cowok disampingnya itu yang juga bertempelkan pin casper.Anne dan cowok itu lama berpandangan. Akhirnya ia mulai tersadar bahwa cowok itu adalah….
“Edo.,,???” 
Edo tertawa “ ya ampun Ne.,,lemot banget sih lo.,,,iya lah ini gue.,,”
Anne senang bukan kepalang, serasa ketiban duren disiang bolong ketemu sama cowok yang ia puja-puja. Suasana di depan toko itupun serasa hangat dengan canda tawa mereka.
“Ayo makan dulu yuk, gue traktir” ajak Edo
Tanpa pikir panjang Anne mengiyakan.
Didalam restoran ia dan Edo berbicara panjang lebar tentang kuliah mereka, tentang kabar teman-teman mereka dan sesekali bergosip ria.
“Ne, ternyata loe masih nyimpen pin gue” Tanya Edo
“Iyalah Do, secara ini kan dari orang terspesial” Anne keceplosan. Mukanya memerah dan kemudian mengalihkan pembicaraan. Edo hanya tersenyum.
Setelah selesai makan, merekapun menunggu bus dihalte depan tempat makan tadi. Mereka duduk berdiam dengan pikirannya masing-masing.
“Tinggalin nomer hp dong Do” suara Anne memecahkan kesunyian. Kemudian Edo mendiktekan nomernya pada Anne.
Tak sempat meminta nomer Anne, bus yang di tunggu Edo tiba-tiba sudah ada didepan mereka. Kemudian Edo bergegas menuju pintu bus. Tapi kemudian ia berbalik menuju Anne
“Ne, sebenarnya gue uda suka sama loe sejak SMP” sambil sedikit berteriak Edo menyampaikan isi hatinya. Tapi Anne hanya mendengar sedikit karena suara Edo terkalahkan suara bus.
“apa do? Gak jelas ni, berisik”
Edo tiba-tiba meletakkan tanganya ditelinga Anne dan mengarahkan kepala Anne padanya. “gue suka sama elo sejak SMP, Ne. pin ini hanya gue kasih ke elo. Tapi gue belum berani ngakuin perasaan gue”
Anne terbengong. Jelas sekali dari gerakan bibir Edo kalau baru saja dia mengatakan suka pada Anne.
“Ne?”
“Gu.,,gu.,,gue.,,juga suka sama elo Do.,,sejak SMP” jawab Anne. kemudian mereka tertawa senang
Suara klakson bus menghentakkan mereka berdua yang sedang asyik dengan dunia mereka sendiri.
“Ne, gue harus pulang dulu ni. Ntar sms aja yaa.,,” kemudian Edo mengecup kening Anne dan berlari menaiki bus.
Anne kembali terbengong. Tak menyangka mimpinya selama ini dan kenyataan bahwa Edo juga suka padanya sejak SMP benar-benar berkecamuk dalam dirinya. Dan senyum tersimpul jelas diwajah Anne. Kini jomblowati 18 tahun telah menemukan pangerah impiannya. Rupanya pin casper ini adalah pengikat hati Anne dan Edo selama ini.
---TAMAT---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar