Sabtu, 31 Agustus 2013

PUISIKU


TUJUAN
By : Alifah

Ketika diri ini tersungkur tak berarah
Jiwa diam bersimbah darah
Tak mampu lagi kaki melangkah
Bukan berarti kalah atau salah
Tapi aku hanya mencari tempat bersembah
Ketika hati telah tertutup jelaga
Mata dan telinga tak terjaga
Akankah ku berdosa
Wahai tuhan yang maha segala
Diri tak sanggup menanggung beban sakit
Menjalani kisah hidup yang serasa pahit
Kemanakah diri ini merakit
Kalau bukan padamu sang penyembuh segala penyakit
Setengah halaman kisah hidupku telah penuh bertuliskan tinta berwarna warni
Telah beribu kilo jalan ini kutapaki dengan berani
Berdoa allah kan beri yang terbaik




My Creation





CASPER CINTA JOMBLOWATI

Anne duduk termenung di dekat tempat tidur kamar kostnya. Gak tau kenapa hari ini galau melandanya. Sambil memengangi pin casper yang tertempel di tas selempangnya, jomblowati 18 tahun ini termenung memikirkan cowok idolanya sejak SMP, Edo. Anne heran kenapa sampai saat ini ia tak kunjung mendapatkan pangeran pencuri hati pengganti Edo yang dapat membuat jantungnya berdegub kencang setiap melihatnya
“Helllooooo” Anne tersentak melihat Chika sudah berada disampingnya cengar-cengir tak karuan.
“Elo mau kemana???” Anne menatap heran pada Chika yang berpakaian cantik dengan dress motif bunga. Chika memang cantik alami, bahkan tanpa make up pun dia sudah terlihat menawan dan siap memancarkan auranya.
“Mau kencan sama Dion yaa???” timpal Katy yang sudah berdiri membelakangi cahaya matahari yang masuk dari luar kamar Anne
Chika tak menjawab pertanyaan teman-temannya. Ia malah sibuk mematut-matut diri di depan cermin Anne. “ Ne.,,pinjam bros lo ya??” sambil memilih-milih bros Anne didalam box magic Anne yang penuh berisikan assesoris-assesoris milik Anne yang belum sempat di kemas untuk dijual besok.
          “Eh.,,,,itu kan.,,,” belum sempat Anne berucap, Chika sudah ngelonyor keluar kamar sambil berbicara di handphonnya yang sudah jelas itu dari Dion.
“Lho Ne.,,itu kan bros yang mau loe jual besok???” Katy terbengong sambil melihat kepergian Chika.
“Ya udah deh biarin aja.,,” jawab Anne pasrah
---
Keesokan paginya
Anne keluar kost dengan kotak magic Anne dan tas slempang dengan pin bertuliskan casper dan gambar kartun hantu casper. Pin itu adalah pin kesayangan Anne karena pin itu adalah pemberian Edo saat farewell party SMPnya. Anne hendak menuju ke toko assesoris di samping kampusnya. Disanalah ia menjual semua bros-bros cantik miliknya sekedar untuk mendapatkan tambahan uang kuliah.
Ternyata diluar gerbang sudah ada Dion yang dari tadi mantengin hp sambil nunggu bebebnya, Chika.
“Ne, Chika mana ??” Dion segera bertanya setelah melihat Anne keluar gerbang
“Mana gue tau, masih dandan kali dia. Tunggu aja, paling bentar lagi keluar” jawab Anne sambil sibuk memasukkan slot gerbang kost. Karena kesusahan akhirnya dia meletakkan dulu kotak magicnya dan kembali mengunci gerbang
“Gue duluan ya yon” lanjut Anne sambil mengambil kotaknya.
“Okke sob, gak sama cowoknya ni???” Dion setengah nyindir Anne sambil cengar-cengir mirip sama pacarnya
“Awas ya loe yon.,,kalo ada masalah antara loe berdua gue gak mau bantuin loe lagi” ancam Anne yang kemudian balik badan dan meninggalkan Dion yang udah dihampiri Chika.
Anne berjalan sambil termenung “ andai saja aku punya cowok, pasti enak. Diantar jemput, diajak jalan-jalan. andai saja ada pangeran berkuda putih yang saat ini menghampiriku. Hufth.,,” desah Anne.
---
Sore harinya
Cuaca mendung, awan cumulonimbus bergerak kesana kemari. Seakan hendak menyemburkan petir, badai dan angin yang luar biasa.
Anne keluar dari toko menuju ke lampu merah hendak menyeberang jalan. Tiba-tiba saat lampu hijau menyala hujan seketika mengguyur deras. Anne menyebrang jalan sambil setengah berlari dan melindungi kepalanya dengan box magicnya.
Tiba-tiba “ braaaak.,,,” tubuhnya terasa menabrak seseorang, kakinya terpeleset aspal jalan dan hampir saja terjatuh kalau saja tangan orang tersebut tidak menahannya. Tapi box magicnya tak bisa terselamatkan dan isinya bertebaran digenangan air.
Sesaat mata mereka betatapan. Anne heran seakan pernah melihat mata coklat itu sebelumnya.
“maaf , maaf, maaf.,,gue gak sengaja” cowok yang Anne tabrak malah yang pertama meminta maaf.
“Eh gak apa apa.,,maaf gue tadi yang nabrak loe duluan” jawab Anne sambil merapikan baju dan tasnya
Pandangan cowok tersebut langsung tertuju pada pin yang berada ditas selempang Anne. Kemudian membantu Anne merapikan bros-brosnya yang jatuh berserakan tadi kedalam box magicnya.
“Makasih ya” lanjut Anne. dalam batinnya ia menjerit tak karuan melihat cowok didepannya yang tampannya setengah mati. Jantungnya berdegub kencang, tak biasanya seperti ini. Terakhir ia merasakan hal seperti itu saat farewell party SMP nya dan sudah pasti karena Edo cowok idamannya itu.
Kemudian mereka berdiri berdampingan didepan sebuah toko untuk sekedar berteduh. Cowok tadi masih saja memperhatikan Anne dengan tersenyum penuh arti, kemudian kembali melirik pin casper di tas selempang Anne. begitu terus sampai akhirnya Anne tersadar kalau cowok tadi dengan seksama memperhatikannya.
          Anne sekilas melihat tas cowok disampingnya itu yang juga bertempelkan pin casper.Anne dan cowok itu lama berpandangan. Akhirnya ia mulai tersadar bahwa cowok itu adalah….
“Edo.,,???” 
Edo tertawa “ ya ampun Ne.,,lemot banget sih lo.,,,iya lah ini gue.,,”
Anne senang bukan kepalang, serasa ketiban duren disiang bolong ketemu sama cowok yang ia puja-puja. Suasana di depan toko itupun serasa hangat dengan canda tawa mereka.
“Ayo makan dulu yuk, gue traktir” ajak Edo
Tanpa pikir panjang Anne mengiyakan.
Didalam restoran ia dan Edo berbicara panjang lebar tentang kuliah mereka, tentang kabar teman-teman mereka dan sesekali bergosip ria.
“Ne, ternyata loe masih nyimpen pin gue” Tanya Edo
“Iyalah Do, secara ini kan dari orang terspesial” Anne keceplosan. Mukanya memerah dan kemudian mengalihkan pembicaraan. Edo hanya tersenyum.
Setelah selesai makan, merekapun menunggu bus dihalte depan tempat makan tadi. Mereka duduk berdiam dengan pikirannya masing-masing.
“Tinggalin nomer hp dong Do” suara Anne memecahkan kesunyian. Kemudian Edo mendiktekan nomernya pada Anne.
Tak sempat meminta nomer Anne, bus yang di tunggu Edo tiba-tiba sudah ada didepan mereka. Kemudian Edo bergegas menuju pintu bus. Tapi kemudian ia berbalik menuju Anne
“Ne, sebenarnya gue uda suka sama loe sejak SMP” sambil sedikit berteriak Edo menyampaikan isi hatinya. Tapi Anne hanya mendengar sedikit karena suara Edo terkalahkan suara bus.
“apa do? Gak jelas ni, berisik”
Edo tiba-tiba meletakkan tanganya ditelinga Anne dan mengarahkan kepala Anne padanya. “gue suka sama elo sejak SMP, Ne. pin ini hanya gue kasih ke elo. Tapi gue belum berani ngakuin perasaan gue”
Anne terbengong. Jelas sekali dari gerakan bibir Edo kalau baru saja dia mengatakan suka pada Anne.
“Ne?”
“Gu.,,gu.,,gue.,,juga suka sama elo Do.,,sejak SMP” jawab Anne. kemudian mereka tertawa senang
Suara klakson bus menghentakkan mereka berdua yang sedang asyik dengan dunia mereka sendiri.
“Ne, gue harus pulang dulu ni. Ntar sms aja yaa.,,” kemudian Edo mengecup kening Anne dan berlari menaiki bus.
Anne kembali terbengong. Tak menyangka mimpinya selama ini dan kenyataan bahwa Edo juga suka padanya sejak SMP benar-benar berkecamuk dalam dirinya. Dan senyum tersimpul jelas diwajah Anne. Kini jomblowati 18 tahun telah menemukan pangerah impiannya. Rupanya pin casper ini adalah pengikat hati Anne dan Edo selama ini.
---TAMAT---

Sabtu, 03 November 2012


HURUF DAN FONEM

1.      HURUF

Dalam bidang linguistik, huruf sering diistilahkan grafem. Dalam suatu huruf terkandung suatu fonem, dan fonem tersebut membentuk suatu bunyi dari bahasa yang dituturkannya. Setiap aksara memiliki huruf dengan nilai bunyi yang berbeda-beda. Dalam aksara jenis alfabet, abjad, dan abugida, biasanya suatu huruf melambangkan suatu fonem atau bunyi. Berbeda dengan logogram atau ideogram, yang hurufnya mewakili ungkapan atau makna suatu lambang, misalnya aksara Tionghoa. Dalam aksara jenis silabis atau aksara suku kata. suatu huruf juga melambangkan suatu suku kata, contohnya adalah Hiragana dan Katakana yang digunakan di Jepang.

2.     FONEM

Pengertian fonem

}   Setiap bunyi ujaran dalam satu bahasa mempunyai fungsi membedakan arti.
}   Bunyi ujaran yang membedakan arti ini yang disebut fonem.
}   Fonem tidak dapat berdiri sendiri karena belum mengandung arti
}   Satuan bunyi terkecil yang mampu menunjukkan kontras makna
Contoh :
mari                 sari             dari             tari
lari                  cari             hari

Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang dapat membedakan arti. Ilmu yang mempelajari tentang fonem disebut fonemik. Fonemik merupakan bagian dari fonologi. Fonologi ini khusus mempelajari bunyi bahasa. Untuk mengetahui suatu fonem harus diperlukan pasangan minimal.
Contoh:
harus – arus è /h/ adalah fonem karena membedakan arti kata harus dan arus

Fonem dalam bahasa Indonesia terdiri atas vokal dan konsonan. Vokal adalah bunyi ujaran yang tidak mendapatkan rintangan saat dikeluarkan dari paru-paru. Vokal dibagi menjadi dua, yaitu vokal tunggal  (monoftong) yang meliputi a, i, u, e, o dan vokal rangkap (diftong), yang meliputi ai, au, oi.
Konsonan adalah bunyi ujaran yang dihasilkan dari paru-paru dan mengalami rintangan saat keluarnya. Contoh konsonan antara lain p, b, m, w, f, v, t, d, n, c, j, k, g, h. Konsonan rangkap disebut kluster. Contoh kluster pada kata drama, tradisi, film, modern.
Perubahan fonem bahasa Indonesia bisa terjadi karena pengucapan bunyi ujaran memiliki pengaruh timbal balik antara fonem yang satu dengan   yang   lain.   Macam   perubahan   fonem   antara   lain   :
1.      Alofon adalah variasi fonem karena pengaruh lingkungan suku kata. Contoh : simpul-simpulan. Fonem /u/ pada kata [simpul] berada pada lingkungan suku tertutup dan fonem /u/ pada kata [simpulan] berada pada lingkungan suku terbuka. Jadi, fonem /u/ mempunyai dua alofon, yaitu [u] dan (u).
2.     Asimilasi adalah proses perubahan bunyi dari tidak sama menjadi sama atau hampir sama. Contoh: in + moral è  immoral è imoral.
3.     Desimilasi adalah proses perubahan bunyi yang sama menjadi tidak sama. Contoh : sajjana menjadi sarjana.
4.     Diftongisasi adalah perubahan monoftong menjadi diftong. Contoh: anggota menjadi anggauta.
5.     Monoftongisasi   adalah   proses   perubahan   diftong   menjadi monoftong. Contoh: ramai, menjadi rame.
6.     Nasalisasi adalah persengauan atau proses memasukkan huruf nasal (n, m, ng, ny) pada suatu fonem. Contoh : me/m/ pukul menjadi memukul.

Membedakan dan Melafalkan Fonem Bahasa Indonesia

Secara umum bunyi bahasa dibedakan atas vokal, konsonan, dan semi- vokal. Perbedaan antara vokal dan konsonan didasarkan pada ada atau tidaknya hambatan (proses artikulasi) pada alat bicara. Agar lebih jelas, Anda dapat melihat tabel berikut.

Vokal
Konsonan
Ø  Bunyi   yang   tidak   disertai hambatan   pada   alat   bicara. Hambatan   hanya   terdapat pada pita suara.
Ø  Tidak terdapat artikulasi
Ø  Semua vocal dihasilkan dengan bergetarnya      pita  suara.  Dengan     demikian, semua   vokal   adalah   bunyi suara.                                  
Ø  Bunyi yang dibentuk dengan menghambat arus udara pada sebagian alat bicara.
Ø  Terdapat artikulasi.
Ø  Konsonan   bersuara   adalah konsonan   yang   dihasilkan dengan      bergetarnya      pita suara.   Konsonan   tidak   bersuara   adalah   konsonan   yang dihasilkan tanpa bergetarnya pita suara.

a.   Vokal

Bunyi   vokal   dibedakan   berdasarkan   posisi   tinggi   rendahnya   lidah, bagian lidah yang bergerak, struktur, dan bentuk bibir. Dengan demikian, bunyi   vokal   tidak   dibedakan   berdasarkan   posisi   artikulatornya   karena pada bunyi vokal tidak terdapat artikulasi. Artikulator adalah bagian alat ucap yang dapat bergerak.
Klasifikasi vokal sebagai berikut :
Ä  Berdasarkan gerakan lidah ke depan dan belakang, vokal dibedakan:
1.      Vokal depan                    : /i/ dan /e/
2.     Vokal tengah                   : /a/ dan /ə/
3.     Vokal belakang                : /o/ dan /u/
Ä  Berdasarkan  tingggi rendahnya gerakan lidah, vokal dibedakan:
1.      Vokal tinggi                    : /i/ dan /u/
2.     Vokal madya                    : /e/, /ə/, dan /o/
3.     Vokal rendah                   : /a/
Ä  Menurut bundar tidaknya bentuk bibir, vokal dibedakan atas:
1.      Vokal bundar                   : /a/, /o/, /u/
2.     Vokal tak bundar             : /e/, /ə/, dan /i/
Ä  Menurut renggang tidaknya ruang antara lidah dengan langit-langit vokal dibedakan:
1.      Vokal sempit                   : /ə/, /i/, dan /u/
2.     Vokal lapang                    : /a/, /e/, /o/



b.   Konsonan

Konsonan dapat dibedakan menurut:
a.      Cara hambat (cara artikulasi) atau cara pengucapannya;
Klasifikasi konsonan berdasarkan cara pengucapan atau cara artikulasi seperti uraian berikut :
·      Konsonan Hambat Letup (Stops, Plosives)
Konsonan   hambat   letup   ialah   konsonan   yang   terjadi   dengan hambatan   penuh   arus   udara.   Kemudian,   hambatan   itu   dilepaskan secara tiba-tiba. Berdasarkan tempat artikulasi, konsonan hambat letup dibedakan seperti berikut.
1)   Konsonan   hambat   letup   bilabial.   Konsonan   ini   terjadi   jika artikulator aktifnya bibir bawah dan artikulator pasifnya bibir atas. Bunyi yang dihasilkan [ p, b ].
2)    Konsonan hambat letup apiko-dental. Konsonan ini terjadi jika artikulator aktifnya ujung lidah dan artikulator pasifnya gigi atas. Bunyi yang dihasilkan [ t, d ].
3)    Konsonan hambat letup apiko-palatal. Konsonan ini terjadi jika artikulator aktifnya ujung lidah dan artikulator pasifnya langit- langit keras (langit-langit atas). Bunyi yang dihasilkan [ t , d ]. [ t ] .   .     . ditulis th sedangkan [ d ] ditulis dh. .
4)    Konsonan hambat letup medio-palatal. Konsonan ini terjadi jika artikulator aktifnya tengah lidah dan artikulator pasifnya langit- langit keras. Bunyi yang dihasilkan [c, j ].
5)    Konsonan   hambat   letup   dorso-velar.   Konsonan   ini   terjadi   jika artikulator aktifnya pangkal lidah dan artikulator pasifnya langit- langit   lunak   (langit-langit   bawah).   Bunyi   yang   dihasilkan [ k, g ].
6)    Konsonan hamzah. Konsonan ini terjadi dengan menekan rapat yang satu terhadap yang lain pada seluruh pita suara, langit-langit lunak beserta anak tekak di tekan ke atas sehingga arus udara terhambat beberapa saat. Bunyi yang dihasilkan [ ? ].  
·     Konsonan Nasal (Sengau)
Konsonan nasal (sengau) ialah konsonan yang dibentuk dengan menghambat rapat (menutup) jalan udara dari paru-paru melalui rongga hidung. Bersama dengan itu langit-langit lunak beserta anak tekaknya diturunkan sehingga udara keluar melalui rongga hidung. Berdasarkan tempat artikulasinya, konsonan nasal dibedakan sebagai berikut.
1)    Konsonan   nasal   bilabial.   Konsonan   ini   terjadi   jika   artikulator aktifnya   bibir   bawah   dan   artikulator   pasifnya   bibir   atas.   Nasal yang dihasilkan [m ].
2)    Konsonan nasal medio-palatal. Konsonan ini terjadi jika artikulator aktifnya tengah lidah dan artikulator pasifnya langit-langit keras. Nasal yang dihasilkan ialah [ ñ ].
3)    Konsonan nasal apiko-alveolar. Konsonan ini terjadi jika artikulator aktifnya   ujung   lidah   dan   artikulator   pasifnya   gusi.   Nasal   yang dihasilkan ialah [ n ].
4)    Konsonan nasal dorso-velar. Konsonan ini terjadi jika artikulator aktifnya pangkal lidah dan artikulator pasifnya langit-langit lunak. Nasal yang diberikan [ h ].
·     Konsonan Paduan
Konsonan paduan adalah konsonan hambat jenis khusus. Tempat artikulasinya ialah ujung lidah dan gusi belakang. Bunyi yang dihasilkan [ts , d5]. Bunyi [ ts ] ditulis ch sedangkan bunyi [d5] ditulis dg.
·     Konsonan Sampingan
Konsonan sampingan dibentuk dengan menutup arus udara di tengah rongga mulut sehingga udara keluar melalui kedua samping atau sebuah samping saja. Tempat artikulasinya ujung lidah dengan gusi. Bunyi yang dihasilkan [ I ].


·     Konsonan Geseran atau Frikatif
Konsonan geseran atau frikatif adalah konsonan yang dibentuk dengan menyempitkan jalan arus udara yang diembuskan dari paru-paru,   sehingga   jalan   udara   terhalang   dan   keluar   dengan   bergeser. Menurut artikulasinya, konsonan geseran dibedakan sebagai berikut.
1)    Konsonan geseran labio-dental. Konsonan ini terjadi jika artikulator aktifnya bibir bawah dan artikulator pasifnya gigi atas. Bunyi yang dihasilkan [ f , v ].
2)    Konsonan   geseran   lamino-alveolar.   Konsonan   ini   terjadi   jika artikulator aktifnya daun lidah (lidah bagian samping) dan ujung lidah sedangkan artikulator pasifnya gusi. Bunyi yang dihasilkan  [ s , z ].
3)    Konsonan geseran dorso-velar. Konsonan ini terjadi jika artikulator aktifnya pangkal lidah dan artikulator pasifnya langit-langit lunak. Bunyi yang dihasilkan     [ x ].
4)    Konsonan geseran laringal. Konsonan ini terjadi jika artikulatornya sepasang pita suara dan glotis dalam keadaan terbuka. Bunyi yang dihasilkan [ h ].
·     Konsonan Getar
Konsonan getar ialah konsonan yang dibentuk dengan menghambat jalan arus udara yang diembuskan dari paru-paru secara berulang-ulang dan cepat. Menurut tempat artikulasinya konsonan getar dinamai konsonan getar apiko-alveolar. Konsonan ini terjadi jika artikulator aktif yang menyebabkan proses menggetar adalah ujung lidah dan artikulator pasifnya gusi. Bunyi yang dihasilkan [ r ].  
·     Semivokal
Bunyi   semivokal   termasuk   konsonan.   Hubungan   antarpeng- hambat dalam mengucapkan semivokal adalah renggang terbentang atau   renggang   lebar.   Berdasarkan   hambatannya,   ada   dua   jenis semivokal sebagai berikut.
1)    Semivokal bilabial, semivokal ini terjadi jika artikulator aktifnya bibir bawah dan artikulator pasif adalah bibir atas. Bunyi yang dihasilkan adalah bunyi [ w ].
2)    Semivokal   medio-palatal,   semivokal   ini   terjadi   jika   artikulator aktifnya tengah lidah dan artikulator pasifnya langit-langit keras. Bunyi yang dihasilkan [ y].

b.    Tempat hambat (tempat artikulasi);
c.    Hubungan posisional antara penghambat-penghambat atau hubungan antara artikulator pasif; dan bergetar tidaknya pita suara.

Cara mengucapkan atau melafalkan bunyi dalam bahasa Indonesia dapat dituliskan dengan lambang fonetis.
Contoh
Huruf
Pelafalan
Contoh Kata
Lambang Fonetis
a
a
air
[a i r]
au
aw
kalau
[k a l aw]
ai
ay
intai
[i n t a y]
b
b
bukan
[b u k a n]
c
c
cara
[c a r a ]
d
d
damai
[d a m ai]
e
e
enak
[e n a ?]
e
ε
nenek
[n ε n ε?]
e
e
gedung
[g e d u h]
f
f
formal
[f o r m a l]
g
g
gundul
[g u n d u l]
h
h
harap
[h a r a p]
i
i
indah
[i n d a h]
i
I
kering
[k e r  I ŋ]
j
j
Jumlah
[j u m l a h]
k
k
Kasih
[k a s i h]
k
?
Rakyat
[r a? y a t]
l
l
lama
[l a m a]
m
m
mandi
[m a n d i]
n
n
nanas
[n a n a s]
ny
ñ
nyanyi
[ñ a ñ i ]
ng
ŋ
barang
[b a r a ŋ]
o
o
obat
[o b a t]
o
O
tolong
[t c l c h]
oi
oy
amboi
[a m b o y]
p
p
pilih
[p i l i h]
r
r
rantai
[i n t a y]
b
b
bukan
[b u k a n]
c
c
cara
[c a r a ]
d
d
damai
[d a m ai]
e
e
enak
[e n a ?]
e
ε
nenek
[n ε n ε?]
e
e
gedung
[g e d u h]
f
f
formal
[f o r m a l]
g
g
gundul
[g u n d u l]
h
h
harap
[h a r a p]
i
i
indah
[i n d a h]
i
I
kering
[k e r  I ŋ]
j
j
Jumlah
[j u m l a h]
k
k
Kasih
[k a s i h]
k
?
Rakyat
[r a? y a t]
l
l
lama
[l a m a]
m
m
mandi
[m a n d i]
n
n
nanas
[n a n a s]
ny
ñ
nyanyi
[ñ a ñ i ]
ng
ŋ
barang
[b a r a ŋ]
o
o
obat
[o b a t]
o
O
tolong
[t c l c h]
oi
oy
amboi
[a m b o y]
p
p
pilih
[p i l i h]
r
r
rantai
[r a n t ai]
s
s
suara
[s u a r a]
sy
š
syukur
[š u k u r]
t
t
taruh
[t a r u h]
u
u
ulir
[u l I r]
u
U
taruh
[t a r U h]
v
v
visa
[v i s a]
w
w
wanita
[w a n i t a]
kh
x
ikhwal
[i x w a l]
y
y
karya
[k a r y a]
z
z
ijazah
[i j a z a h]

3.     PERBEDAAN FONEM DAN GRAFEM (HURUF)

Grafem berbicara tentang huruf, sedangkan fonem berbicara tentang bunyi. Seringkali represenasi tertulis kedua konsep ini sama. Misalnya untuk menyatakan benda yang dipakai untuk duduk yang bernama "kursi", kita menulis kata kursi yang terdiri dari grafem <k>, <u>, <r>, <s>, dan <i>, dan mengucapkannya pun /kursi/ - dari segi grafem ada alima satuan, dan dari segi fonem juga ada lima satuan. Akan tetapi, hubungan satu-lawan-satu seperti itu tidak selalu kita temukan. Kata "ladang" mempunyai enam grafem, yakni <l>, <a>, <d>, <a>, <n>, dan <g>. Dari segi bunyinya perkaatan yang sama itu hanya mempunyai lima fonem, yakni /l/, /a/, /d/, /a/, dan /ŋ/ karena grafem <n> dan <g> hanya mewakili satu fonem /ŋ/ saja.
                                                
Contoh perbedaan huruf (grafem) dan fonem:

Susunan Fonem
Jumlah Fonem
Susunan huruf
Jumlah huruf
Kata yang terbentuk
/adik/
4
adik
4
adik
/iŋat/
4
ingat
5
ingat
/ήaήi/
4
nyanyi
6
nyanyi
/pantay/
5
pantai
6
pantai